Bagaimanakah kemerdekaan yang sebenarnya?
Arief B. Iskandar
Ruba’i bin Amir melaju cepat dengan kudanya. Ia menuju
perkemahan Rustum. Panglima Pasukan Kerajaan Persia saat itu. Setibanya di
sana, ia mendapati pembesarnya berpakaian kenegaraan. Majelis mereka dihiasi
dengan hamparan permadani dan sutera yang serba mahal. Rustum duduk di
singgasananya. Ia memakai mahkota emas yang dihiasi dengan batu permata yang
juga serba mahal. Sebaliknya, Ruba’i bin Amir, Panglima Pasukan kaum Muslim
itu, hanya berpakaian kasar dan sederhana.
Ruba’i bin Amir langsung masuk ke perkemahan itu tanpa
menghiraukan keadaan sekelilingnya. Ia tetap menunggang kudanya dan membiarkan
kaki kuda itu mengotori haparan permadani yang serba mahal itu. Tiba-tiba ia
berhenti. Ia kemudian turun dari kudanya sebelum sampai di hadapan Rustum yang
menanti dirinya. Rupanya, Rustum telah sengaja memasang sebuah palang besi
setinggi setengah badan. Dengan itu dia berharap Pemimpin Pasukan Muslim itu
mau berjalan menghadap dirinya dengan membungkukkan badannya. Namun, Ruba’i bin
Amir tak kalah cerdik, Dia kemudian membalikkan tubuhnya, lalu berjalan mundur
seraya membungkukkan badannya sehingga pantatnya menunggingi sang Panglima
Persia itu.
Ruba’i bin Amir lalu berjalan menghadap Rustum dengan tetap
menyandang tombaknya. Seketika itu pula hamparan permadani itu terkoyak-koyak
oleh senjatanya itu. Melihat itu, para pembesar itu segera berseru, “Letakkan
senjata itu!”
Rubai menjawab, “Aku datang kemari hanyalah atas undangan
kalian. Jika kalian suka, biarkan aku dalam keadaaanku sepert ini. Kalau tidak,
aku pulang.”
“Biarkan dia menghadap!” kata panglima Rustum.
Rustum lalu mengajukan sebuah pertanyaan, “Apa yang
mendorong kalian datang ke negeri kami?”
Ruba’i bin Amir, yang berdiri tegak penuh wibawa, menjawab
dengan tegas, “Kami datang datang untuk memerdekakan manusia dari penyembahan
kepada sesama manusia ke penyembahan hanya kepada Allah SWT; dari kesempitan ke
keluasaannya; dan dari kezaliman agama-agama ke keadilan Islam.”
Begitulah Ruba’i bin Amir. Ia menjelaskan bahwa kedatangan
pasukan Khilafah Islam ke negeri Persia bukan karena ambisi ekonomi atau
politik demi mengeksploitasi bangsa/negara yang dikuasai. Sebaliknya,
kedatangan pasukan Khilafah Islam mereka membawa misi luhur: memerdekakan
manusia dari segala bentuk penindasan; menebarkan kebaikan, rahmat dan hidayah;
menerangi jalan hidup; dan melenyapkan kezaliman yang membelenggu mereka.
Inilah misi kemerdekaan Islam yang mulia, yang diemban Khilafah Islam dalam
setiap ekspansinya.
Sebelum Ruba’i bin Amir, utusan lain yang datang kepada
Rustum adalah Mughirah bin Syu’bah. Seperti ditulis oleh Ibnu Katsir dalam
Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, Mughirah bin Syu’bah juga menyampaikan jawaban yang
sama ketika ditanya Rustum. “Dunia bukanlah tujuan kami. Cita-cita dan tujuan
kami adalah akhirat. Allah SWT telah mengutus kepada kami Rasul dan Dia berkata
dirinya, ‘Aku telah memberikan kekuasaan kepada kaum ini (kaum Muslim) atas
orang-orang yang tidak tunduk pada agama-Ku.’”
Rustum bertanya lagi, “Agama apakah itu?”
Mughirah bin Syu’bah menjawab, “Pilar yang tegak di atas
kesaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad
adalah Rasul Allah, serta pengakuan atas semua yang datang dari-Nya.” (Ibn
Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, IV/43).
Fragmen di atas setidaknya memberikan pelajaran berikut:
Politik luar negeri Daulah Islam adalah dakwah dan jihad.
Inilah yang dipraktikkan oleh Rasululah saw. saat mengepalai pemerintah Negara
Islam di Madnah, juga oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah setelah mereka
sepanjang sejarah Kekhilafahan Islam.
Ekspansi Daulah Islam atau Khilafah Islam tidaklah
dimaksudkan untuk tujuan-tujuan duniawi, tetapi juga untuk tujuan-tujuan mulia:
menyebarkan risalah tauhid yang substansinya adalah memerdekakan manusia dari
penghambaan hanya kepada Penguasa manusia, yakni Allah SWT.
Misi kemerdekaan Islam inilah yang tidak dimiliki
negara-negara Muslim saat ini, bahkan yang mengklaim sebagai Negara Islam
seperti Arab Saudi, Iran dsb. Pasalnya, Islam memang tidak dijadikan sebagai ideologi negara mereka. Islam paling banter hanya menjadi
falsafah negara, sementara dasar negara mereka yang sebenarnya adalah
sekularisme. Wajarlah jika negara-negara Muslim di Dunia Islam—khususnya di
Timur Tengah—saat ini tidak memiliki wibawa, bahkan harga diri di hadapan
negara-negara kafir. Para penguasanya cenderung tidak mandiri. Mereka tunduk
pada kekuatan negara-negara kafir imperialis. Karena itu alih-alih memiliki
misi untuk memerdekakan negeri-negeri Muslim yang terjajah seperti Palestina,
misalnya, yang amat dekat dengan mereka; apalagi menyebarkan risalah Islam
dengan dakwah dan jihad ke seluruh dunia. Bahkan untuk mencegah negara-negara
mereka dari intervensi negara-negara kafir imperialis pun mereka tak berdaya.
Kondisi ini sangat kontras dengan kondisi Negara Islam pada
zaman Nabi saw,, juga dengan kondisi Kekhilafiahan Islam pada masa Khulafaur
Rasyidin maupun para khilafah setelah mereka, yang begitu disegani bahkan
ditakuti oleh negara-negara besar saat itu: Persia dan Romawi
Kewibawaan Daulah Islam atau Khilafah Islam di hadapan
negara-negara adidaya kafir saat itu antara lain tercermin dari sikap panglima
pasukan Muslim, Ruba’i bin Amir di atas. Orang-orang seperti Ruba’i bin Amir
tidak pernah kehilangan nyali ketika berhadapan dengan penguasa negara besar.
💖😄 Maaf, mungkin info berikut bermanfaat bagi anda yang ingin tampil lebih cantik dan sehat. 😄💖
NANOGOLD/NG yaitu
kosmetik dengan teknologi perawatan kulit tercanggih
di dunia saat ini yang menggunakan teknologi EMAS berukuran NANO (10 pangkat min 9 m), sehingga memudahkan
proses penyerapan bagi kulit, mencerahkan kulit, aman, menyehatkan kulit, dan halal (“Susuk Emas
Modern”).
*Macam-macam NG yang mengandung
emas:*
1. Ada
8 jenis
krem: pagi, malam (biasa/pinang), jerawat, mata panda, antinoda,
Moisturizing/pelembab wajah, dan krem pelembab bibir & kelopak mata
dengan
berat 5 g (Rp 30rb) atau 12,5 g (75rb)
2. Hand
body lotion whitening 100 ml (35rb)
3. Serum konsentrat masker 10 ml (30rb)
4. Hair
tonic / serum rambut 20 ml (50rb)
Produk pelengkap NG di bawah ini tidak mengandung emas:
5. Ada
8 jenis Sabun wajah padat: susu madu, mengkudu, sere, aloevera, pepaya,
bengkoang, susu beras, dan sabun sulfur @11rb
6. Bedak
Tabur 30 g (50rb)
7. Shampo
Merang 100 ml (22rb)
8. Sabun
wajah cair 60 ml (47rb)
9. Obat
Jerawat (10rn)
Cara
membeli berbagai produk NG adalah sebagai
berikut:
1.
Pilih produk yang ingin dibeli (lihat info di atas/klik Macam-macamproduk Nano gold) dan tentukan jumlahnya
2.
Lalu sms ke: 085731160005
dengan Format sms : NAMA_ALAMAT
LENGKAP_ PESAN
Contoh: Fatim_Dapuan baru II/41 Surabaya 60163_Pesan
10 Krem pagi 5 g
10 Krem malam 12,5 g
10 Moisturizing/pelembab 5 g
10 Hand body lotion whitening
10 Serum konsentrat masker
10 Hair tonic / serum rambut
3.
Lalu kami hitungkan: harga produk – diskon (jika
beli > Rp 300.000) + Ongkos kirim, dan kami smskan ulang uang yang seharusnya
ditransferkan ke no pembeli
4.
Pembeli mentransfer sejumlah uang sesuai dengan
perhitungan kami, ke BRI Syariah. an: Samik No: 1006397472
5.
Setelah pembeli mentransfer, konfirmasi dan kirim foto bukti pengiriman
ke no wa 085731160005, selanjutnya barang yang anda beli segera kami
kirim via jne//pos.
Info lengkap klik di NANOGOLD / http://nanogoldcosmetic.blogspot.co.id/ Semoga hidup kita sehat berkah dan sukses mulia dunia akherat.







0 komentar:
Posting Komentar